Cara Buat Perkedel Kentang yang Enak & Tidak Hancur

Perkedel kentang adalah salah satu lauk rumahan paling ikonik di Indonesia — gurih, lembut, dan selalu habis duluan di meja makan. Namun di balik tampilannya yang sederhana, banyak orang justru gagal di tahap penggorengan: adonan pecah, bentuk berantakan, dan hasilnya terlalu berminyak. Kabar baiknya, semua masalah itu bisa diatasi dengan teknik yang tepat. Artikel ini merangkum cara buat perkedel kentang yang enak, anti hancur, dan tetap gurih — dari pemilihan bahan hingga rahasia menggorengnya.
Apa Itu Perkedel Kentang?
Perkedel kentang adalah makanan olahan berbentuk bulat pipih yang terbuat dari kentang yang dihaluskan, dicampur dengan bumbu serta bahan pelengkap, lalu dicelupkan ke dalam kocokan telur dan digoreng hingga kecokelatan. Hidangan ini sangat populer sebagai lauk pendamping soto ayam, sop daging, sayur bayam, maupun nasi putih biasa. Bahkan tanpa lauk utama pun, perkedel kentang sudah terasa nikmat disantap hangat-hangat.
Bahan-Bahan Perkedel Kentang (untuk ±20 buah)
Sebelum mulai memasak, siapkan bahan-bahan berikut:
- 500 gram kentang tua, kupas, cuci bersih, potong-potong
- 100 gram kornet sapi (atau daging cincang sesuai selera)
- 2 batang daun seledri, iris halus
- 2 batang daun bawang, iris tipis
- 5 siung bawang merah, goreng hingga keemasan
- 3 siung bawang putih, goreng hingga keemasan
- 1 butir kuning telur (untuk adonan)
- 1–2 butir putih telur (dikocok lepas, untuk lapisan luar)
- ½ sdt merica bubuk
- ¼ sdt pala bubuk
- 1 sdt kaldu bubuk
- Garam secukupnya
- Minyak goreng secukupnya
Untuk variasi yang lebih kaya, Anda juga bisa menambahkan sedikit keju parut atau mengganti kornet dengan ayam cincang yang sudah ditumis.
Tips Memilih Kentang yang Tepat
Langkah sukses dimulai dari pemilihan bahan. Gunakan kentang tua dengan kadar air rendah agar adonan lebih padat dan kokoh — hindari kentang muda atau yang berwarna kehijauan karena bisa membuat tekstur menjadi lembek dan rasa pahit. Pilih juga kentang berukuran besar agar lebih mudah diolah dan menghasilkan adonan yang lebih kering. Pastikan kentang yang dipilih dalam kondisi segar.
Cara Buat Perkedel Kentang Langkah demi Langkah
Langkah 1: Goreng Kentang, Bukan Rebus
Inilah rahasia terpenting yang sering diabaikan: goreng kentang, jangan direbus atau dikukus. Merebus kentang justru meningkatkan kadar air sehingga adonan menjadi lembek dan perkedel mudah menyerap banyak minyak saat digoreng ulang. Sebaliknya, dengan menggoreng kentang terlebih dahulu, hasilnya lebih kering sehingga adonan lebih padat dan tidak mudah hancur. Cukup goreng kentang hingga ¾ matang atau berwarna kuning keemasan, lalu angkat dan tiriskan.
Langkah 2: Haluskan Kentang Selagi Panas
Setelah digoreng, tiriskan kentang hingga minyaknya benar-benar hilang, lalu segera haluskan selagi masih hangat menggunakan garpu atau ulekan agar teksturnya merata tanpa gumpalan. Hindari menggunakan blender atau food processor karena akan membuat kentang terlalu halus dan licin, sehingga perkedel sulit dibentuk dan mudah pecah saat digoreng.
Langkah 3: Tumis Bumbu Agar Tidak Getir
Goreng bawang merah dan bawang putih terlebih dahulu hingga berwarna keemasan dan harum sebelum dicampurkan ke dalam adonan. Cara ini penting untuk menghindari rasa getir pada perkedel. Jika menggunakan daging cincang, tumis terlebih dahulu dengan bumbu sebelum dicampurkan ke adonan kentang.
Langkah 4: Campur Semua Bahan Adonan
Masukkan bawang merah goreng dan bawang putih goreng yang sudah dihaluskan ke dalam kentang tumbuk. Tambahkan kornet, kuning telur, daun bawang, daun seledri, merica bubuk, pala bubuk, kaldu bubuk, dan garam. Aduk hingga semua bahan tercampur rata. Cicipi adonan dan sesuaikan rasa — ingat bahwa rasa akan sedikit berkurang setelah digoreng, jadi buat sedikit lebih gurih dari yang diinginkan. Jangan tambahkan terlalu banyak bahan berlemak seperti mentega karena akan membuat perkedel lebih mudah hancur.
Langkah 5: Bentuk dan Dinginkan Adonan
Ambil adonan secukupnya, bulatkan, lalu pipihkan menjadi bentuk bulat gepeng. Pastikan tidak ada bagian yang tampak retak di permukaannya. Setelah semua adonan dibentuk, simpan di dalam kulkas minimal 2 jam sebelum digoreng agar adonan lebih set dan padat — ini trik ampuh agar perkedel tidak mudah hancur di wajan. Adonan yang sudah dibentuk juga bisa disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas jika ingin dimasak keesokan harinya.
Langkah 6: Lapisi dengan Putih Telur
Sebelum digoreng, celupkan setiap perkedel ke dalam putih telur yang sudah dikocok lepas. Lapisan putih telur ini berfungsi sebagai segel agar minyak tidak masuk ke bagian dalam kentang, sehingga perkedel tidak berminyak dan tetap renyah di luar. Gunakan putih telur — bukan telur utuh — untuk hasil lapisan yang lebih tipis dan crispy.
Langkah 7: Goreng dengan Teknik yang Benar
Panaskan minyak yang cukup banyak hingga perkedel bisa setengah terendam. Pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum perkedel dimasukkan, tetapi jangan sampai berasap agar bagian luar cepat mengeras tanpa gosong. Goreng dengan api sedang-kecil yang stabil untuk mencegah bagian luar gosong sementara bagian dalam belum matang. Yang terpenting: goreng perkedel dalam jumlah sedikit dalam satu waktu agar minyak tetap panas, dan hanya balik perkedel satu kali agar bentuknya tetap utuh dan tidak berminyak. Goreng hingga warnanya cokelat keemasan, lalu angkat.
Langkah 8: Tiriskan dengan Benar
Setelah digoreng, tiriskan perkedel di atas kertas minyak atau rak saringan untuk menghilangkan kelebihan minyak dan mencegah perkedel menjadi lembek. Sajikan segera selagi hangat untuk mendapatkan tekstur terbaik — lembut di dalam, renyah di luar.
Kesalahan Umum yang Wajib Dihindari
- Merebus kentang: Membuat adonan terlalu basah dan perkedel mudah hancur serta berminyak.
- Menghaluskan kentang saat sudah dingin: Haluskan kentang selagi panas agar teksturnya lembut merata.
- Tidak mendinginkan adonan: Lewatkan langkah kulkas dan adonan akan sulit dibentuk serta mudah pecah saat digoreng.
- Terlalu sering membalik: Cukup satu kali balik agar bentuk perkedel tetap utuh.
- Menggoreng dengan minyak belum panas: Perkedel akan menyerap banyak minyak dan menjadi berminyak.
- Terlalu banyak bahan berlemak: Jangan menambahkan mentega atau margarin secara berlebihan karena membuat adonan lebih mudah hancur.
Variasi Perkedel Kentang yang Bisa Dicoba
Perkedel kentang sangat fleksibel untuk dimodifikasi. Berikut beberapa variasi populer yang bisa Anda eksplorasi:
- Perkedel kentang kornet: Tambahkan kornet sapi atau ayam untuk rasa yang lebih kaya dan gurih.
- Perkedel kentang daging: Gunakan 150 gram daging sapi cincang yang sudah ditumis dengan bawang untuk versi yang lebih mengenyangkan.
- Perkedel kentang keju: Isi bagian tengah adonan dengan potongan kecil keju mozzarella atau cheddar sebelum dibentuk bulat — hasilnya meleleh saat digigit.
- Perkedel kentang crispy: Baluri perkedel yang sudah dicelup putih telur dengan tepung roti (breadcrumbs) untuk lapisan ekstra renyah.
Saran Penyajian
Perkedel kentang paling nikmat disajikan bersama soto ayam, sop daging, atau sayur bayam. Bisa juga dihidangkan sebagai camilan hangat dengan cocolan sambal atau saus tomat. Untuk informasi nutrisi dan resep pelengkap, kunjungi panduan memasak di Sasa Indonesia, ResepKoki, dan Kompas Food untuk inspirasi lebih lanjut. Anda juga bisa menemukan berbagai variasi resep komunitas di Cookpad Indonesia.
Tanya jawab
Kenapa perkedel kentang saya selalu hancur saat digoreng?
Ada beberapa penyebab utama: kentang direbus (bukan digoreng) sehingga terlalu banyak mengandung air, adonan tidak didinginkan di kulkas sebelum digoreng, perkedel tidak dilapisi putih telur, atau terlalu sering dibolak-balik saat menggoreng. Pastikan kentang digoreng terlebih dahulu, adonan disimpan di kulkas minimal 2 jam, dilapisi putih telur, lalu digoreng dengan api sedang dan hanya dibalik satu kali.
Apa bedanya menggunakan putih telur vs kuning telur untuk perkedel kentang?
Kuning telur dicampurkan ke dalam adonan perkedel untuk membantu mengikat bahan-bahan agar lebih padat dan gurih. Sementara putih telur yang dikocok lepas digunakan sebagai lapisan luar sebelum digoreng — lapisan ini berfungsi sebagai segel agar minyak tidak meresap masuk ke dalam perkedel, sehingga hasilnya tidak berminyak dan lebih renyah di luar.
Bolehkah perkedel kentang dibuat dengan air fryer?
Boleh! Menggunakan air fryer bahkan bisa mengurangi penggunaan minyak di tahap penggorengan akhir. Pastikan kentang sudah dimasak (digoreng atau dipanggang) dan dihaluskan terlebih dahulu, adonan sudah dibentuk dan didinginkan, lalu masak di air fryer hingga permukaannya kecokelatan.
Berapa lama adonan perkedel bisa disimpan di kulkas?
Adonan perkedel yang sudah dibentuk (tetapi belum dilapisi putih telur) bisa disimpan dalam wadah kedap udara di dalam kulkas selama 1–2 hari. Lapisi dengan putih telur dan goreng langsung sebelum disajikan agar hasilnya tetap segar dan renyah.
Sumber
- Resep Perkedel Kentang Lembut dan Tidak Hancur, Ini Tips Anti Gagal – Kompas Food
- Resep Perkedel Kentang Tidak Hancur Saat Digoreng – Kompas Food
- Cara Membuat Perkedel Tidak Menyerap Minyak – Liputan6
- Cara Membuat Perkedel Kentang Goreng Anti Hancur dan Tetap Crispy – Liputan6
- Cara Membuat Perkedel Kentang Agar Tidak Menyerap Minyak – BrilioFood
- Resep Perkedel Kentang Lezat dan Cepat – ResepKoki
- Resep Perkedel Kentang Enak, Mudah, dan Praktis – Sasa
- Resep Bumbu Perkedel Kentang Gurih dan Enak – Fimela
- 3 Langkah Mudah Membuat Perkedel Kentang Anti Lembek – Bola Keluarga
- Resep Perkedel Kentang Anti Hancur – Cookpad Indonesia